Bini orang

Hello, I’m back! 🙂

Setengah tahun lebih hilang dari dunia tulis menulis, saya kembali lagi dengan status baru yakni sudah menjadi bini orang. Tepatnya 7 minggu lalu saya menikah dengan mantan pacar yang saya pacarin 4 tahun lalu. Seminggu setelah menikah, saya ikut suami pulang ke kampung halamannya di Cardiff Wales. Tadinya saya berencana untuk mengajukan spouse visa sebelum ikut pulang, tapi G dan keluarga maunya saya ikut pulang dengan alasan merayakan natal pertama saya dengan keluarga baru. Jadilah saya ikut pulang dan merayakan natal pertama saya dengan status baru, kali pertama juga saya ikut berpartisipasi untuk acara masak memasak turkey, belanja untuk hadiah natal dan sebagainya

Ini kali ketiga saya mengunjungi Inggris, setiap kunjungan dengan status berbeda; sebagai pacar; sebagai tunangan dan terakhir istri. Kalau ditanya orang apa yang kita rasakan setelah jadi suami istri, kita berdua cuma tersenyum dan menjawab “It’s still the same just like when we were still dating, its only getting more expensive” 

Maksud kami berdua mengapa setelah menikah itu menjadi lebih mahal adalah biaya hidup yang harus kami berdua tanggung dari hasil kerja keras berdua (well, berhubung saat ini saya sudah pengangguran jadinya hasil kerja keras G doang). Rencananya nanti sesudah kembali kesini lagi for good dengan spouse visa di tangan dan bisa bekerja secara legal barulah saya bisa ikut membantu rumah tangga supaya kami tidak kekurangan seperti istilah orang di kampung saya “supaya bisa beli bedak pakai duit sendiri”

Apakah ada yang baru menikah juga atau pengalamannya ketika baru menikah, mongo dibagi ceritanya yah 😀

 

S-i-n-g-l-e

Tiba tiba aja kepengen posting tentang ‘Single’ a.k.a Jomblo gara gara dengar lagunya Oppie Andaresta yang judulnya ‘Single Happy’. Kalau sedang galau aja langsung deh dengar lagu ini diulang ulang terus sambil mewek. Jadi flashback waktu dulu masih jomblo. Sudah gak inget lagi kapan terakhir kali jomblo yang benar benar gak ada hubungan dengan pria manapun, paling adanya HTS (baca:Hubungan Tanpa Status) yang penuh dengan tawa, bahagia, bikin mules, tangis, dikecewain, dicemburuin, mencemburuin, tidak ada kejelasan dan lama lama jadi males untuk terlalu berharap

Mulai pacaran serius waktu itu masih awal awal kuliahan, pacarannya sama anak satu stambuk. Gimana gitu perasaan girang waktu lagi break kelas, ada yang nungguin di depan. Makanya dulu itu paling rajin bangun pagi, alih alih sebelum masuk kelas biar bisa sarapan sama dulu (maksudnya supaya bisa pacaran dulu gitu) biarpun gak ada kelas sore, selalu nyampe rumah setelah magrib, ada aja alasannya, kalau gak untuk pergi gym, ada ngumpul sama anak anak untuk ngebahas tugas. Tapi nasib berkata lain, waktu lagi sibuk sibuknya nyusun skripsi, mungkin sangking gak ada waktu untuk ketemuan biarpun satu kampus jadi putus. Waktu itu sedihnya bukan main, berat badan turun drastis sampe dikatain bapak pipinya tirus banget kayak kuda. Sempat beberapa bulan gak bisa move on, mungkin di tenggang waktu inilah saya benar benar jomblo yang gak bisa nerima siapapun

Jadi jomblo tentu saya ada momen enak dan gak enaknya. Momen enaknya berasa bebas dan selalu pengen tampil kece kemanapun kita pergi manatau aja ada yang ngajakin kenalan. Kalau gak enaknya mungkin waktu ngeliat temen dijemput waktu malam minggu sama pacar dan kita cuma bisa berharap ada yang ngajakin pergi sambil nungguin bunyi sms di hape. Tapi itu dulu, sekarang kalau dipikir pikir lagi malah suka bikin senyum sendiri. Bisa dibilang selalu ada pelajaran dari tiap kali putus cinta, dimana kesalahan yang dibuat di pacaran yang lalu, kalau bisa dihindari di yang sekarang, sampai akhirnya ada suatu titik dimana saya pasrah aja kalau emang gak bisa dipertahankan lagi ya udalah,mending fokus ke hal yang lebih penting aja. Siapa yang tahu kalau 4 tahun lalu maksud hati cuma mau pergi menimba ilmu, malah diketemuin sama G yang sekarang tunangan saya

Note to self,  waktu masih muda pacaran jangan terlalu dibawa serius dan gak ada salahnya punya teman pria yang banyak asal stay safe aja. Tahu mana yang boleh dan yang enggak. Semakin banyak mengenal berbagai tipe dari sosok makhluk yang namanya pria, semakin banyak pelajaran yang didapat supaya ke depannya, mikirnya “oh jadi begini ya”. Dimana dulu kalau uda weekend aja udah sibuk mau pergi disko jedang jedung kemana, sekarang sama G paling banter cuma ke pub nonton bola dan kalau uda jam 11an berdua uda pada menguap dan nungguin siapa yang kalah dan ngajak pulang duluan

Bisa dibilang masa jomblo itu adalah masa transisi untuk belajar setelah putus ke hubungan selanjutnya dan kita gak akan pernah tau kedepannya bakal disakiti lagi atau malah nemu yang punya misi dan tujuan yang sama. Jadi menurut saya jangan terlalu berharap dan juga jangan putus asa

Ada yang mau berbagi cerita juga waktu dulu pada masih HTS-an?

Happy Mother’s Day

Seharusnya ini postingan di hari ibu jadi harap maklum kalau sedikit terlambat dan gak nyambung untuk di posting sekarang. Jujur saya gak pernah merayakan hari ibu, bagi saya setiap hari kalau bisa bikin mama tersenyum itu sudah cukup karena itu yang terpenting. Kalau ada sebagian besar yang mengeluh mama cerewet dan suka mengkritik apa yang kita kerjakan, menurut saya itu sah sah saja. Saya sangat setuju dengan kata pepatah surga ada di telapak kaki ibu karena segala sesuatu yang kita kerjakan kalau ada restu dan dukungan dari mama kebanyakan selalu berhasil. 

Tahun 2009 menurut hasil diagnosis dokter, mama mengalami gagal ginjal dan harus segera menjalani cuci darah. Waktu itu fungsi ginjalnya diperkirakan hampir nol persen. Dulu sebelum sakit, mama selalu bekerja tak kenal waktu dan lelah. Hampir tidak pernah melihat mama duduk bersantai karena dulu menurut prinsip mama, waktu itu adalah uang, dan ternyata itu suatu prinsip hidup yang salah. Untuk pengobatan lebih lanjut di tahun yang sama, papa memutuskan membawa mama untuk menjalani operasi cangkok ginjal di Cina, tanpa mengetahui apakah mama akan mendapatkan ginjal yang cocok. Menurut beberapa cerita, banyak orang yang akhirnya kembali ke negaranya karena tidak mendapatkan ginjal yang cocok. Puji Tuhan hanya butuh waktu seminggu untuk mendapatkan ginjal yang cocok dan operasi berjalan dengan lancar. Sekarang 6 tahun sudah berlalu dan kian hari kekuatan fisik mama semakin bertambah. Puji Tuhan untuk semua ini. Kalau nanya ke mama sekarang waktu bukan lagi uang, tapi kesehatan yang paling penting. Dulu mama yang hampir gak jelas hobi nya apa, beberapa tahun terakhir ini lagi demam sama yoga. Jadwal yoga seminggu 6 kali, kalau gak dianterin bisa ngambek dong; dan kalau uda ngambek mending jangan di deketin, lebih sadis dari anak kecil yang merajuk

Alasan postingan tentang mama supaya bisa keluarin uneg uneg saya sekarang dan nantinya setelah menikah dan ikut G pindah ke Inggris gak terlalu sedih lagi soalnya sebagian sudah dituangkan disini. Menurut G, mama adalah sosok yang susah ditebak, maksudnya susah disini soalnya mama gak pinter ngomong inggris, jadi sama G cuma pake bahasa tubuh dan mandarin. Ironi, mandarinnya G malah lebih fasih dari mama yang etnis keturunan, jadinya G lebih sering ngobrol sama papa yang fasih dua bahasa, daripada sama mama yang cuma bisa ngasal pake bahasa tubuh kalau mau menjelaskan sesuatu. Tapi deep down G bilang dia enjoy dimanjain sama mama soalnya kalau lagi di Medan setiap pagi yang bikinin sarapannya G itu mama dan G suka manggil mama dengan sebutan The Doris soalnya mama kalau uda ngobrol pasti panjang dan lama. Namanya juga mamak mamak khan ya?

Ada yang mau cerita juga soal mamanya di sini, silahkan yah 🙂

DSC_0342

DSC_0278

Dunia ini sederhana kecil

Teringat dulu waktu masih di bangku sekolah, kalau foto bersama dan dibandingin saya yang paling degil, yang lain parasnya nan ayu dengan kulit putih bersih bersinar bak model sabun. Yang cantik-cantik kebanyakan pacaran sama abang kelas yang main basket dan yang populer di sekolah. Kalau saya cuma bisa naksir dan memandang jauh dari jendela kelas. Miris yah. Ada beberapa yang naksir juga tapi gak sesuai keinginan, entah itu yang kacamatanya terlalu tebal lah, yang kurus kering terus mulutnya bau lah tapi selalu juara di kelas dan yang paling parah uda kutilang, nakal dan sering tinggal kelas lagi. Nah siapa yang mau coba (Tapi ternyata sekarang yang si kurus kering mulut bau itu kerjanya lumayan lho, lulusan ITB dan sekarang kerja di Rusia) Nah itu waktu jaman SMP, waktu jaman SMU keadaan sudah sedikit membaik, setidaknya sudah kenal yang namanya luluran dan facial ke salon. Kalau pas hari minggu selalu bangun pagi ngintilin mama ke salon langganan. Setidaknya sudah sedikit terawat yah. Kalau gak salah itu waktu tahun 2001-2002. Malah sekarang yang gak punya waktu untuk sering-sering perawatan lagi. Boleh dibilang masa SMU selama tiga tahun adalah masa PALING bahagia. Selama tiga tahun itu gak pernah serius sekolah, kemana mana selalu satu genk. Untungnya satu kelas itu kompak semua jadi gak pernah yang namanya pake acara berantem beranteman. Si super pintar punya kewajiban membantu yang kurang mampu waktu ujian, dan para si kurang mampu ini kewajibannya melindungi super pintar ini dari para guru pengawas. Untungnya kita tidak pernah ketangkap tangan. Gak ngerti apa guru pengawasnya yang tutup sebelah mata atau gimana. Hari terakhir pakai rok abu abu sedihnya bukan main. Baju saya penuh coretan semua dan saya pake tidur sangking gak rela melepas masa SMU. Sampai sekarang baju nya masih tersimpan rapi di lemari

Cerita punya cerita, dulu saya pernah dong naksir sama co-assistant nya guru lab komputer. Alasannya doi selalu wangi (saya paling suka cowok yang wangi, sampai sekarang juga begitu) jadi kalau lagi di kelasnya doi, saya selalu sok bego (atau emang dasarnya bego ya) supaya di deketin dan dijelasin dari dekat. Kita sampai tukeran nomer, saya selalu nyari kesempatan untuk sms nanya pertanyaan yang sebenarnya saya sama sekali gak butuh jawabannya sampai sering sms malem-malem sebelum tidur dan berlangsung sampai akhirnya saya pindah ke lain hati. Kalau dipikir-pikir amit-amit jabang bayi yah genitnya. Beberapa tahun kemudian sewaktu masih kuliah, baru tahu ternyata pak guru kece ini adalah abang nya temen saya. Tahunya ketika berkunjung ke rumah temen saya ini waktu natalan dan saya lihat di foto keluarga ada mukanya si pak guru ini. Ouch! Berasa malunya tuh disini gak sih. Waktu dikenalin saya sampai gak berani menatap langsung matanya. Gak tahu sih apa dia pernah cerita ke adiknya tentang kisah kasih kami di sekolah atau ini hanya jadi rahasia kami berdua, hanya Tuhan yang tahu

Yang punya pengalaman lucu waktu jaman sekolah atau kuliah dulu diceritain juga dong 😀

Documents to go

Akhirnya surat N1-N4 dari kantor kelurahan selesai juga. Tadinya si bapak minta 200rb tapi setelah proses negosiasi jadi mentok 175rb. Ya udalah saya pikir, yang penting selesai. Selanjutnya apa yah? Hmmmm ada sedikit perubahan rencana sih. Saya dan G merencanakan untuk legal wedding di Ubud Bali, tapi dua minggu yang lalu, Mba Wedding Organizer (WO) saya menelepon dan memberitahu kalau ternyata kami tidak bisa melangsungkan proses legal di Bali, berhubung ada peraturan Undang-Undang Administrasi Kependudukan yang disahkan pada tanggal 23 November 2013, menyebutkan bahwa akta catatan sipil penerbitannya harus di tempat domisili penduduk. KTP saya penduduk kota Medan jadi harus register di Catatan Sipil Medan, tanda tangan semua dokumen sah dulu di sini baru pemberkatan dan resepsi di Bali. Ceritanya jadi makin ribet khan begini, mending kalau G dapet cuti lama, kalau enggak gimana dong. Kepala saya mumet banget mikirin gimana bagusnya. Sedikit ada penerangan setelah saya mendapat beberapa solusi dari teman-teman di forum KKC (Komunitas Kawin Campur). Ada beberapa yang punya pengalaman serupa dan diberitahu tahap-tahap yang harus dijalani; ada juga beberapa saran yang sedikit nakal yaitu meminta saya melancarkan uang pelicin supaya urusannya licin gak ribet harus legal di satu kota dan resepsi di tempat lainnya, ada yang menyarankan supaya saya menggunakan metode Surat Pelimpahan yaitu Surat Bebas Menikah dari tempat asal ke tempat tujuan menikah dan surat ini harus diminta dari Catatan Sipil tempat saya berdomisili sesuai KTP. Akhirnya solusi ketiga ini yang saya pilih dan WO saya kembali menghubungi pihak Catatan Sipil di Bali dan akhirnya disetujui

Berikut ini beberapa dokumen yang harus dipersiapkan:

1. Fotocopi ID (KTP/Passport) kedua mempelai

2. Fotocopi akte lahir kedua mempelai (punya nya G harus ditranslate dulu ke Bahasa Indonesia)

3. Original surat N1-N4 dari kantor kelurahan setempat sesuai KTP

4. Original CNI (Certificate of No Impediment to Marriage) – Surat pernyataan tidak ada halangan untuk menikah ; surat yang diperoleh di perwakilan kedutaan besar Inggris

5. Original Surat pernyataan tidak keberatan menikah sesuai dengan agama yang dipilih (harus seiman)

6. Original surat pernyataan yang dikeluarkan dari pihak desa setempat (KIPEM)

7. Form A- surat ijin tinggal yang akan dikeluarkan dari villa/hotel tempat berlangsungnya pernikahan

8. Foto gandeng (bersebelahan) dengan latar merah ukuran 4×6 (8buah)

9. Fotocopi ID/Passport untuk 2 orang saksi pernikahan

Sumber: dari WO 

Kalau ada yang mau ngasih saran, ide atau berbagi pengalaman, ayo silahkan ya 😀

My China Blog – I left my heart in Beijing (Part IV)

你去哪儿呀?你去哪儿呀?

Saya selalu ditanyain begitu sama teman satu apartemen begitu mereka melihat saya akan keluar dari pintu depan. Diantara mereka, saya yang paling sering pergi ntah kemana. Kadang-kadang pulang dari kampus saya juga gak langsung pulang, nongkrong dulu di kafe favorit sambil revisi dan cuci mata (cihuy!) Pastinya mulai dari kamis malam sampe weekend jangan nyari saya deh, pasti saya gak di apartemen. Lalu saya kemana aja dong yah? Berikut saya mau berbagi cerita kemana aja saya sering pergi bersama teman-teman atau dengan G dan juga bisa untuk tips bagi kamu semua yang akan berlibur ke Beijing tetapi serasa ingin jalan seperti orang lokal dan bukan sebagai seorang turis :

1. Guloudajie ( 鼓楼大街) & Nanluoguxiang (南锣鼓巷)

Dua kawasan historis di kota Beijing yang mempunyai karakter paling unik menurut saya. Mengambarkan kota Beijing sebangai kota pusat kultural dan architectural heritage. Kalau pertama kali kesini wajib ngunjungin Drum and Bell Towers sebagai simbol di kawasan ini. Jadi di sepanjang hutong (jalan kecil) di Gulou dan Nanluoguxiang ini banyak deretan toko-toko ; dari toko yang menjual aksesoris tradisional sampai toko modern yang menjual hasil karya sendiri dan juga banyak sekali restoran, kafe dan bar yang unik-unik , tidak sedikit juga tempat yang menyediakan fasilitas outdoor rooftop dining terraces. Kalau saya sama teman-teman kesini biasanya jalan jalan di sepanjang hutong sambil melihat-lihat bangunan arsitektur dari puluhan tahun yang lalu tapi masih sangat awet dan bagus. Kalau kesini sama G, selalu hunting tempat keg brewery ; pub dimana bir diracik dan dibuat sendiri oleh pemiliknya yang juga para laowai (bule) Oh ya, denger denger Keanu Reeves si aktor ganteng The Matrix kalau mengunjungi Beijing pasti doi main ke Nanluoguxiang lho

 the-north-end-of-Nanluoguxiang-Beijing

Lampu kota nya lucu-lucu ya? 🙂

 nanluoguxiang 

2. Sanlitun (三里屯)

Untuk yang pernah ke Beijing pasti tahu tempat ini. Jadi Sanlitun ini adalah outdoor mall. Tempat yang cocok untuk makan, berbelanja, bersantai dan kalau musim panas kamu bisa sekalian berjemur disini sambil melihat orang lalu lalang. Suasana di sini sangat mendukung untuk menikmati waktu senggang di akhir pekan. Tidak seperti mall kebanyakan yang indoor, ber-AC dan kalau seharian di dalam kulit pastinya bakalan kering dong. Kalau saya dan G kesini pasti untuk mengejar cocktail hours. Bar nya 2 tingkat dan kita suka duduk di teras outdoor. Kedengarannya seperti kita berdua itu tukang minum, tapi jangan salah kaprah dulu yah. Yang banyak minum itu G dan teman temannya, kalau saya mah nempel doang kayak jamur 😀 Biasa untuk harga normal, misal untuk kiwi mojito itu 100元 (kurs Rp2000 = Rp 100.ooo) Nah kalau happy hours bisa jadi per gelas nya itu cuma 25元 doang! Atau kalau ladies night yang pesen saya, tapi yang minum itu G. Selain untuk minum, kita berdua suka nonton di bioskop atau shopping. G yang lebih sering shopping daripada saya. Well, saya masih pelajar kala itu jadi gak bisa boros-boros

 1-120922151012344

Air mancur selalu dinyalain sewaktu musim panas

3. 798 art district (atau sering juga dikenal sebagai 大山子)

Nama 798 berawal dari nama sebuah pabrik di tahun 1950. Kala itu pabrik ini di desain oleh orang Jerman dan di bangun dengan model arsitektur “Bauhaus” yang kental. Tahun 2001, terdorong oleh gaya arsitektur yang unik, sekelompok pecinta dan pekerja seni mulai berbondong bondong datang dan memulai karya mereka disini. Lokasinya sangat luas, lebih dari 600,000 meter persegi. Dari arah timur ke barat dimulai dari Jiuxianqiao Road (酒仙桥路) sampai Beijing—Baotou Railway. Juga dari Jiuxianqiao North Road sampai ke Jiangtai Road. Para pecinta seni memanfaatkan lokasi unik ini sedemikian rupa, dan menjadikan tempat ini sebagai pusat galeri seni dan tempat bagi para pekerja seni untuk memamerkan hasil karya seni mereka disini. Tak jarang juga mereka ini mengelar sejumlah pagelaran seni yang melibatkan sejumlah pecinta seni dan desainer ternama lokal dan asing. Sekarang ini 798 Art District adalah salah satu simbol dari Beijing Urban Culture

 798-Art-district 

Salah satu tembok dengan lukisan yang saya suka

 7.11.2011-Beijing-798-art-district-022 

Salah satu hasil karya pekerja seni lokal. Bagus khan ya? 🙂

02b0e64c860113cadb7814 

Berjalan di sepanjang jalan 798 serasa seperti berjalan di masa lampau dan sekarang. Di satu sisi tembok, terbuat dari batu bata yang unik dan dihiasi oleh coretan slogan orang orang dari berbagai usia, di sisi lainnya adalah bekas onderdil dari pabrik dan bekas saluran pipa pada masa itu. Campuran antara sejarah dan realita ; industri dan seni menjadikan lokasi ini menjadi tempat seni yang sempurna. Terakhir kali saya ke sini, tempat ini sudah dipenuhi dengan publishing houses, berbagai design companies mulai dari pakaian, interior desain, sampai ke music & movie design companies juga ada. Kalau disini cuma kepengen nongkrong melihat orang lalu lalang juga ada kafe-kafe funky dengan bangunan yang unik. Jadi kalau kesini harus meluangkan waktu sehari yah supaya bisa menikmati 798 Art District dengan puas

Jadi makin kangen sama kota Beijing 😦 Semoga ada kesempatan untuk balik lagi. Sebenarnya masih ada beberapa tempat lagi yang saya ingin berbagi cerita dan pengalaman, tungguin di My China Blog chapter selanjutnya yah

Flowers make me happy

Lagi mandangin rangkaian bunga di meja makan sambil nungguin makanan selesai, tiba tiba aja pengen nulis tentang bunga. Sejak pulang dari UK, saya suka sekali sama bunga. Berhubung calon mama mertua emang terkenal berdarah dingin yah, jadi tanaman atau bunga apa aja yang ditanam dan dirawat selalu awet dan tahan lama. Dulu waktu disana, setiap minggu kita selalu ke garden centre. Saya yang awalnya cuma biasa biasa aja, jadi ikut-ikutan tertarik sama tempat ini. Disini beliau bukan beli bunga aja, sering beli live herbs plants juga kayak basil, mint, tarragon dan parsley untuk ditaruh di dapur sebagai pelengkap masakan

2014-02-25 09.34.25

Dapur overlooking halaman belakang

Jadi waktu itu besoknya hari Ibu dan dengan rasa penasaran saya nanyain ke G biasa mama nya suka dihadiahin apa. G dengan cueknya jawab saya gini “Get her a Mother’s day card and a kiss, she’d be happy” Lha ini anak, saya jadi bingung dong. Besok paginya saya minta ditemenin ke garden centre and memutuskan untuk memilih beberapa bunga kesukaan seperti pussy willow, rose, sunflower dan beberapa tangkai tulip untuk dirangkai dan senangnya saya ternyata beliau suka dan bunga yang saya hadiahkan ditaruh di vas bunga ruang depan selama seminggu penuh! 😀

2014-03-30 10.48.26

rangkaian bunga untuk calon mama mertua di Hari Ibu

20140620_094908

Pink rose

IMG_20140729_111231

Suka banget sama bunga matahari ini, gede dan bagus

Sejak pulang, saya jadi rajin ke toko bunga. Mulai dari toko yang mahal sampai sekarang sampai yang harganya terjangkau. Untuk sekarang ini saya lagi suka belanja bunga yang bagus bagus di pasar sambu. Dari bunga mawar sampai bunga matahari yang warnanya lucu-lucu semuanya ada di pasar ini. Kecuali kalau lagi pengen bunga impor seperti tulip yah, terpaksa lah harus balik ke si toko mahal itu

Ada gak nih yang lagi seperti saya yang lagi jatuh cinta banget sama bunga? Kalau ada cerita dong, dan kasih tau saya bunga kesukaannya apa ya 🙂